Setelah empat tahun vakum dari kancah esports, Frontier Esports, tim dan penyelenggara turnamen esports asal Garut, kembali menunjukkan eksistensinya dengan menggelar Frontier Esports Community Tournament 2024. Turnamen ini menjadi ajang pembuktian dan komitmen Frontier untuk menghidupkan kembali semangat esports, khususnya di Kabupaten Garut.
Turnamen yang berlangsung mulai tanggal 13 hingga 17 November ini menarik perhatian besar, dengan lebih dari 100 tim yang mendaftar. Dari jumlah tersebut, 48 tim terpilih untuk bertanding dalam babak kualifikasi yang diadakan secara online. Babak grand final, yang disiarkan melalui live streaming, mempertemukan dua tim terbaik, Putra Luyu dan KRI, dalam pertandingan penuh tensi yang akhirnya dimenangkan oleh Putra Luyu dengan skor 2-0.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada tim-tim lokal untuk merasakan atmosfer turnamen profesional. Esports memiliki potensi besar untuk berkembang di Garut, dan kami ingin menjadi bagian dari ekosistem itu,” ujar Rebby Noviar, salah satu pendiri Frontier Esports.
Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pengembangan bakat. Frontier Esports menunjukkan keseriusannya dengan menyelenggarakan acara yang dikemas secara profesional, mulai dari sistem turnamen, pengelolaan live streaming, hingga manajemen pertandingan. Tidak heran jika turnamen ini mendapat apresiasi tinggi dari peserta maupun penonton.
Frontier Esports bukanlah pemain baru di dunia esports. Sejak didirikan pada tahun 2018 oleh Rebby Noviar dan Hans, Frontier telah dikenal sebagai penyelenggara turnamen bergengsi seperti Frontier Esports Championship PUBG Mobile, yang bahkan diikuti oleh tim-tim besar seperti EVOS, RRQ, dan Bigetron. Mereka juga pernah menggelar turnamen offline seperti Garut Mobile Games Festival di Toserba Yogya Garut dan Garut Esports Championship di Toserba YOMA Garut.
Kini, Frontier Esports berkomitmen untuk melahirkan generasi baru pemain esports melalui turnamen seperti Frontier Esports Community Tournament. “Kami ingin fokus membangun talenta lokal terlebih dahulu. Ke depan, kami juga akan mencari pemain-pemain berbakat untuk membentuk tim official Frontier Esports di cabang Mobile Legends, PUBG Mobile, dan Free Fire,” tambah Rebby.
Dalam rencana jangka panjang, Frontier juga berupaya membangun komunitas esports yang lebih besar, tidak hanya di Garut dan Jawa Barat, tetapi juga di seluruh Indonesia. Dengan fokus pada pengembangan turnamen amatir yang dikemas secara profesional, Frontier berharap dapat menjadi pendorong utama bagi perkembangan esports di tingkat lokal dan nasional.
Kembalinya Frontier Esports tidak hanya menjadi angin segar bagi komunitas gaming di Garut, tetapi juga membawa harapan baru bagi talenta-talenta muda yang bermimpi menjadi pro player. Frontier Esports Community Tournament adalah awal dari perjalanan panjang Frontier untuk kembali ke puncak.



















Leave a Reply
Lihat Komentar