Garut masih kaji pembangunan pabrik pakan ternak

Garut masih kaji pembangunan pabrik pakan ternak

Garut (ANTARA) – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyebutkan rencana pembangunan pabrik pakan ternak dengan bahan baku utama dari komoditas jagung untuk meningkatkan keuntungan bagi daerah masih dalam kajian tim survei dari PT Agrinas.

“Masih nunggu tim survei dari Agrinas. Waktu kesepakatan saat pertemuan terakhir di kantor Agrinas ya seperti itu,” kata Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian di Garut, Jumat.

Ia menuturkan daerah Garut merupakan penghasil jagung dan menjadi daerah pemasok terbesar untuk tingkat Provinsi Jawa Barat, tercatat angka produksi tahun 2025 sebanyak 458.978 ton di luas lahan panen 60.230 hektare.

Produksi jagung yang cukup melimpah itu, kata dia, membuat Bupati Garut ingin mendorong adanya hilirisasi jagung dengan membuat pabrik pengolahan jagung.

“Bupati sekarang sedang mendorong hilirisasi jagung, membangun titik-titik pabrik pengolahan jagung terutama jagung untuk bahan pakan ternak,” katanya.

Ia mengatakan, selama ini komoditas jagung dari Garut banyak yang dibawa ke luar daerah kemudian diolah lalu dibawa lagi ke Garut untuk kebutuhan pakan.

Alur pengolahan jagung tersebut, kata dia, sebenarnya bisa dilakukan di Garut dengan melibatkan perusahaan sebagai investor membangun pabrik pengolahan pakan di wilayah utara dan selatan Garut sebagai sentra tanaman jagung.

“Rencana kemarin itu wilayah utara dan selatan karena memang sentra jagung kita di selatan dan utara, harapannya bisa dua-duanya,” katanya.

Ia berharap pembangunan pabrik pengolahan pakan tersebut secepatnya bisa direalisasikan di Garut yang nantinya bisa memberikan keuntungan bagi petani, dan juga pelaku usaha peternakan.

“Kami berharap itu bisa terwujud karena keberadaannya akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan,” katanya.

Sementara itu, realisasi komoditas jagung di Garut tahun 2025 mencapai 458.978 ton terjadi kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya 2024 yang mencapai 432.252 ton.

Dispertan Garut mencatat jagung yang selama ini diproduksi sebagian besar untuk kebutuhan pakan dan menjadi daerah pemasok terbesar di Provinsi Jawa Barat sebesar 42 persen.

 

Pewarta: Feri PurnamaEditor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026