Garut (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat memfokuskan perbaikan jalan yang saat ini sebagian sudah dilakukan perbaikan sesuai skala prioritas untuk menunjang akses masyarakat dalam mendukung kegiatan perekonomian dan swasembada pangan.
“Jalan pendukung konektivitas wilayah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta swasembada pangan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail di Garut, Jumat.
Ia menuturkan, anggaran untuk perbaikan jalan tahun 2026 sebesar Rp28,4 miliar dengan panjang hanya 17,5 kilometer tersebar di sejumlah ruas jalan di wilayah Garut yang menjadi prioritas.
Kegiatan perbaikan, kata dia, sudah dilaksanakan sekitar 50 persen pada perbaikan saat momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri, dan saat ini sebagian lagi ruas jalan sedang dilakukan proses lelang.
“Sekarang masih tahap pelelangan, kemarin terfokus pemeliharaan menjelang Idul Fitri,” katanya.
Ia menyebutkan ruas jalan yang sudah diperbaiki di antaranya wilayah Cibatu, Samarang, Pasirwangi, Cibodas, kemudian di Leuwigoong, dan Malangbong, serta beberapa titik wilayah selatan.
Ruas jalan yang menjadi prioritas itu, kata dia, untuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran dalam aktivitas warga sekaligus mendukung arus lalu lintas kendaraan bermotor.
“Kemarin sudah ditangani beberapa ruas jalan, di jalan-jalan utama,” katanya.
Sementara itu, wilayah Garut terdapat status jalan yang kewenangannya pemerintah pusat yakni jalan nasional, kemudian jalan provinsi kewenangan perbaikannya oleh Pemerintah Provinsi Jabar yang kondisinya sebagian besar dilaporkan sudah cukup baik.
Sedangkan jalan tingkat kabupaten dan desa tercatat jalan kabupaten sekitar 1.000 km, dan jalan desa kurang lebih 2.800 km, laporan PUPR Garut tahun 2025 baru kisaran 60 persen kondisinya bagus, sisanya ada kurang lebih sekitar 300 km masih membutuhkan perbaikan.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026




















Leave a Reply
Lihat Komentar